Selasa, 24 Agustus 2010

Yes IM A SUNDANESS and life in BANDUNG! but why I like living in java? who can change it?

Now i wanna tell you the answered from the question in up.

Yap, a woman who changed my lifestyle and the way I talk.

From sundaness to jawaness!

In fact, im sundaness and her is jawaness.

She is BERBY DJABANGOEN HARAHAP!

Aha.. dilihat dari namanya saja sudah terlihat, dia bukan bagian dari negara kita PARIS VAN JAVA, tentu saja dia itu merupakan keturunan batak dan surabaya yang mencari kitab suci di bandung ini.

When i know her? why I could recognize her? And what makes us so friendly?

Yah tentu saja dikampus UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA* waktu itu kita sedang menjalani MOKA [Masa Orientasi KAmpus]. Dan agaknya dari pertemuan kita itu menunjukan bahwa kita mempunyai talenta dan bakat yang sama yaitu TELAT . prok prok prok berasaa happy bgt gue punya bakat itu! Nah dari situ kita mulai kenalan-deket-minta no handphone-pdkt-pacaran. [Tolong kalimat tadi anda hapuskan dipiran anda] yah pas udah kenalan ternyata gue gak merespon dia baik, awalnya gue malah sangat sebal melihat tingkah dia yang sok akrab, sok kenal, sok baik, sok gaul, sok cewe, sok manusia ~yaiyalah dia kan emang manusia, dan nyatanya bukan gue doang yang sebel sama dia banyak dari wanita wanita dari jurusan gue jg gak suka sama dia hahahahahahah *sorry bel.

Tapi lama kelamaan gue malah jadi semakin akrab sama dia, dengan latar belakang yg berbeda, basic bakat yg sama, dan kegilaan yang sama. Oke sesuai dengan judul kita tadi, ternyata kita bener-bener punya budaya yang sangat berbeda. Gue faseh dalam bahasa sunda sedangkan dia ngerti aja gak, dan dia amat sangat baik atau bisa dibilang expert dalam bahasa jawanya [surabaya] sedangkan gue hanya ngerti ora opo opo, mboten, dan ono opo?. Tapi kita anggap semua itu merupakan bahan tertawaan dan kebahagiaan kita jadi kita gak ngerasa beban tuh walaupun gak mengeti bahasa masing-masing, kita tetap berjalan seirama. Ting ting*

Hingga pada suatu hari..

Teman-temannya dia dari surabaya dateng ke bandung untuk berlibur. Yah sambil ingin bersilahturahmi dengan anak-anak surabaya gue mengIYAkan ajakan berbi untuk nemenin dia ketemu temen-temennya itu. Dan tenyata gue salah besar memilih jalan ini, sambil bersujud kaGusti Allah biar hal ini takkan terulang lagi [read:lebai]. Kalian tau tidak, waktu pertama kali gue ketemu mereka pulangnya gue seakan langsung ingin bergegas pergi ke gramed* [toko buku yg harganya lbh mahal dr toko2 pinggir jalan] beli kamus bahasa sunda-bahasa jawa. Of course, gue terbujur kaku waktu mendengarkan mereka berbicara, kayak dengerin sekelompok abang tukang bakso tegal yang lagi demo ke gedung MPR karena tidak boleh beroprasi disiang bolong pd bulan puasa. OHMYDOG! Gue harus beli tivi bilingual biar bisa ngerti apa yang mereka perbincangkan dan mereka tertawakan. Rasanya gue pengen segera pamit pulang karna ada PR yg harus gue kerjakan di rumah dan say goodbye “mungkin ini untuk terakhir kalinya kita bertemu, senang bisa berkenalan dg kalian.trims.”. tapi nyatanya Tuhan gak mengijinkan gue untuk melakukan hal tersebut karna nyatanya gue tengah berada di tempat yg tidak gue ketahui sm sekali jalan pulangnya ke tempat yg lebih aman *kostan gue, and im stuck.

Tapi akhirnya mereka menyadari atas keberadaan gue yang sm sekali tidak merespon apa yang mereka bicarakan, sampe ada yg nanya sm gue [gue terjemahkan dlm b.indonesia] “eh kamu kenapa dari tadi diem aja?”. Sebelum gue menjawab [memang karna gue gak ngerti apa yg dia tanyakan], berbi sudah menjawab duluan pertanyaan tsb, “oh ya dia kan org sunda asli jd gak ngerti jawa”. Sedetik berlangsung semua hening*. Dan semua serempak “oooh pantes” dan mereka pun tertawa, gue pun ikut tertawa karna gue gak tau apalagi yg harus gue lakukan. Finally gue sedikit2 diajarin b.jawa yg standart, dan mudah dipahami oleh gue, dan juga logat-logat yg sangat kental. Jadilah sekarang gue ririn si sundaness berubah jadi ririn si jawaness karena terbiasa keikutan pake b.jawa. sampai sampai gue pulang ke bogor juga, keluarga dan teman-teman gue kaget kenapa bahasa gue berubah jadi kayak gitu? Apa selama ini gue bukan tinggal di bdg melainkan nyasar di surabaya? Atau gue bergaul dengan tukang2 bakso yg ikut demo tadi? Setelah gue jelaskan akhirnya mereka mengerti dan tertawa tersedu sedu. Hahahahahahah..

Jadi itulah awal mulanya kenapa orang-orang bertanya “lo teh hidup di jawa atau sunda sih? Omongan lu kaya gt!” . yah dengan santai gue pun menjawab, disini tuh kita hidup dengan berbagai budaya, walaupun dalam suatu wilayah tertentu yg dominan orang asli wilayah tersebut bukan berarti orang dari luar wilayah tersebut tidak bisa beradaptasi dengan baik, justru disinilah kita menemukan beraneka ragam bahasa yg seharusnya dapat kita pelajari sebagai bangsa indonesia yg mempunyai keaneka ragaman budaya yg kental di setiap daerahnya. Jadi jangan pertanyakan gue lagi yah atas keganjalan dari diri gue. Heheheh. Tapi tetap SUNDANESS IS MY CULTURE and SUNDANESS IS MY LANGUAGE. =)

Oke ini adalah galeri gue dengan orang surabaya tsb :

pertama kalinya melakukan hal gila, its motong rambut skinhead

(@salon rock & roll – DAPLA)

first time, kita karaokean bareng

(@NAV – DAPLA)

first time, kita nginep bareng

(@ kostan ti belbi)

first time kita nonton acara brg

(@kickfest’09 – SABUGA)

Its first time gue jalan sama dia
(@toni’s jack – BIP)

Begitulah kisah cinta awal persahabatan kita..

To be continue..

Trims

R&B


Sabtu, 21 Agustus 2010

I LOVE YOU DADDY !

Expecially for my daddy BP


Daddy

You know how much I love you

I need you forever

I ‘ll stay by your side

Daddy oh Daddy

I want always bliss you

But I never stop trying

to be your number one

You understand me….

You teach me how to pray..

And you play the game I love to play

I have no fear here when you are near

You guide me through the dark is night

I love you Daddy

You are my hero (and you always in my dream)

I love you daddy oh daddy

You are my superstar

Daddy

You know how much I love you

I want you to help me

Please show me the way

Daddy oh Daddy

Sometimes I might do wrong

But I never stop trying

To be your number one

I wanna show you

I’ll be as strong as you

When I grow up I still look up to you

So have no fear here I believe here

I will be my daddy’s girl

I love you Daddy

You are my hero (and you always in my dream)

I love you daddy oh daddy

You are my superstar

The one in a million and a million in one

Forever I want to be by your side

You’re in a million

Show me the way

Guide me through my night

Kamis, 19 Agustus 2010

my sweet longdist ♥

LDR alias LONGDISTAN RELATIONSHIP alias HUBUNGAN JARAK JAUH alias TEU PAPANGGIH SABULAN LEUWIH!

Yap itu semua bukanlah sebulah alasan untuk tidak tetap menjalin hubungan yang harmonis dan LANGGENG. Buktinya gue sm pacar gue [sebut saja Bang juki] bisa jalanin itu kok. Waktu itu tanggal 25 november 2009 bertepatan hari kelahiran gue, dia NEMBAK gue. Yah walaupun pada awalnya justru dimulai dengan ke-TIDAK yakinan kita untuk jalanin hubungan LDR ini. “ya kita jalanin aja dulu.”, itu kalimat yang terucap dari dia, dan ternyata sekarang kalimat itu berubah jadi “gak nyangka kita bisa jalanin hub. LDR sampe selama ini.” Gue pun tersenyum puas.

Yah ini merupakan pengalaman cinta terANYAR gue. Semua pengalaman baru gue ada di dia [yap, si bang juki itu]. First, dia adalah pacar terlama gue! Faktanya : selama ini gue plg lama jadian yaitu sekitar 8blnan. Dan dia berhasil melewati rekor tersebut #yihaaa. Loro, dia adalah pacar termuda gue! Hahah memang lucu. Faktanya: gue sangat suka anak kecil. Dan karena di sekolahan gakada anak kecil berumur 1 tahun ataupun 5 tahunan akhirnya sasaran empuk gue tertuju pada adek2 kelas gue. Dan pada awalnya gue goda2in adek kelas cuma sekedar ISENG-ISENG aja [seperti yang udah gue jelasin tadi], mereka lucu suka nyengir-nyengir sendiri, kadang suka gue kejar-kejar disekolaan, suka gue cubitin, dan suka gue tanya “mamahnya mana?” [terdengar seperti menolong anak di mol yang hilang dari mamahnya karna mamahnya asyik melihat barang diskonan] #huh dasar ibu2. Oke oke kita kembali ke inti lagi. Dan karena gue emang gak bertujuan buat memacari anak2 kecil tsb yah jd gue gak peduli. Tapi tenyata sebagian dr mereka ada yang merespon tindakan gue sbg “wah kaka kelas itu kayaknya suka deh sm gue” dan mereka pun jadi serius menanggapi gue. Dan akhirnya kalian bisa melanjutkannya sendiri. Tilu, dia adalah pacar tersabar gue! Faktanya: dia sangat sangat sabar menghadapi sikap gue yang rada melenceng. Mungkin semua orang menganggap pacarnya sbg org plg sbr dan bisa mengerti mereka. Tapi jujur dia memang bener-bener pacar yang punya tingkat kesabaran paling tinggi dari mantan-mantan gue sebelumnya. Dia masih aja bisa melemparkan senyuman pada gue ketika gue ngamuk2 gak jelas; dia mau nerima keEGOISan gue walaupun dgn hati yg setengah dongkol; dia walaupun awalnya marah sm gue tapi beberapa menit kemudian dia sudah mengirimkan sms ke gue ‘gak pgn berantem’; dan dia masih aja mau menerima maaf gue ketika gue melakukan suatu hal yg SANGAT-SANGAT FATAL! ~padahal kalo gue jadi dia ‘udah gue putusin tuh cewe’. Kejadian yg terakhir ini yg benar2 bikin gue tersanjung sm dia, dia tuh kaya malaikat yang wajahnya sm sekali gak mirip malaikat . heheh.

Dan setelah selama ini ternyata gue sangat menikmati hubungan yang kebanyakan dari pasangan gak mau jalanin hubungan ini. Padahal gue juga sangat gak suka sm hubungan ini karena gue gak bisa gak ketemu pacar sehari aja. Tapi karna basic gue yang emang gampang bosen, mungkin tipe pacaran yang seperti inilah yang cocok buat kehidupan cinta gue. Yap, dengan tidak bertemu sm si dia [kembali lg ke bang juki td] bikin gue jd sangat RINDU SETENGAH MATANG sm dia. Dan itu buat gue dongkol abis #siga rek nyungsep ka balong. Yaah tapi apa boleh baut, gue gak bisa tiba2 langsung meluncur ke cibi [tempat dia tinggal] buat ketemu dia kan?. Walaupun gue suka tiba2 kgn sm dia,gak mungkin gue melakukan hal tersebut. Pertama, kalo gue lg di kampus apalagi lg uas gue kgn dia, gue gamungkin langsung pamit ke dosen untuk izin pulang dg berbicara “maaf pak sy izin dulu buat ktm pcr sy krn sy sgt rindu dengan dia, mgkin uasnya bisa diteruskan nanti”, dan mungkin gue bakal langsung disuruh pergi dengan alasan di DO; kedua, kalo malem2 suka sms-an sm dia gue sk pgn ketemu dia langsung, gamungkin kan gue lgsng siap2 berangkat nyari kendaraan yg beroprasi jam 1 a.m., mungkin nanti gue malah bakal nyasar ke saritem [tempat yg hanya boleh dikunjungi oleh para wanita cantik dan bahenol yg butuh kehangatan pria dewasa]. Maka dari itu gue harus bisa sabar menahan nafsyu gue buat ketemu dia. Tapi karna gue punya pacar yg sangat pengertian sm gue, terkadang dia suka mengunjungi gue ke bdg dgn membawa uang yg sgt banyak. [ya itu merupakan alasan tepat gue selalu menyambut dia dgn suka cita]. heheh. Dan dia juga pernah tiba2 dateng ke gue tanpa sms gue dulu, bener2 surprise yg bikin gue tercengang dan gue pun langsung memeluk dia hangat J. Dan karna tidak bertemu lama, sekalinya ketemu tuh kayaknya bahagiaaaaaaaa bgt rasanya pengen puas2in ketemu sm dia. Happy deh !

Jadi intinya walaupun LDR itu menguras hati dan perasaan, sebenarnya banyak hal positif dr hub ini. Kita bisa mendewasakan diri kita dengan untuk saling percaya dengan pasangan kita masing2, untuk tidak cemburu dengan pasangan karna percayalah hanya kamulah yg aku sayang, untuk bisa menahan amarah yg membabi buta tanpa harus melakukan kekerasan dlm berpacaran, dll. Jadi buat pasangan LDR di luar sana jgn takut buat melakukan hubungan ini, karna hubungan ini masih sehat jika dijalani dengan hati yang tulus dan penuh keyakinan disertai tanggung jawab. Amin!

Salam sayang selalu BAP

trims